Karena Ibu-Hidup Kami lebih nyata!
Apa yang ada di benak kalian jika menyangkut tentang peran seorang Ibu? Entah itu menyangkut perihal kesuksesan seseorang atau kehidupan seseorang. Seorang anak bisa sukses dan meraih cita-cita yang diinginkannya itu suatu hal yang luar biasa menurutnya. Karena dibalik semua itu, terdapat perempuan luar biasa hebatnya. Siapa Dia? Ya, Dia adalah Ibu.
Yang menjadi inspirasi hidupku adalah Ibu. Dia menjadi panutan untuk anak-anaknya. Dia mengajarkan Kami untuk selalu berbuat baik pada semua orang, tidak membenci kepada orang lain, selalu kuat menghadapi segala situasi di dalam hidup. Nasehat Ibu padaku, "Nak, hidup itu perjuangan. Jika Kamu ingin bertahan dari nya, maka perjuangkanlah apa yang perlu Kamu perjuangkan. Jangan membuang-buang waktu dengan yang tidak perlu. Jadilah diri yang bisa bermanfaat bagi banyak orang. Maka Orangtua, keluarga, terutama dirimu sendiri akan dihormati oleh orang lain. Tapi, Kamu harus menghormati dan menghargai orang lain juga. Jujurlah. Pegang amanah yang orang lain berikan. Jangan mengkhianati nya. Jadikan senyuman lelah orangtua sebagai penyemangat untukmu lebih maju". Kira-kira begitulah nasehat Ibu yang disampaikan padaku. Itu pun baru setengahnya, mungkin bisa habislah lembaran blog ini bila di tulis semua nya di sini.
Setiap hari di dalam hidupku tak lepas dari peran seorang Ibu. Ibuku yang selama ini bekerja mencari nafkah sehari-hari. Ayahku hanya bisa bekerja jika ada panggilan pekerjaan atau nama lain dari itu Ayahku bisa di sebut sebagai pekerja buruh harian lepas. Jadi selama ini, Aku beserta kedua adikku dibiayai dari hasil jerih payah seorang Ibu. Ada satu lagi anak Ibu, yaitu Kakak kami yang bernama Indra. Namun, Dia telah menikah dan memiliki keluarga kecilnya. Jadi, otomatis Dia sudah bukan lagi tanggungan untuk dibiayai di rumah.
Pekerjaan Ibu adalah sebagai Karyawan di pabrik swasta besar di daerah Rancaekek. Posisi Ibu di pabrik nya sebagai Ketua regu. Ibu telah bekerja kira-kira selama 27 tahun. Ya, dari mulai sebelum menikah sampai sekarang pun Ibu masih bekerja banting tulang di pabrik.
Tapi, bukan berarti semua itu Ibu tidak punya waktu bersama Kami di rumah. Kami sering membahas tentang sesuatu yang baru, bercanda-tawa, sekedar percakapan ringan, dan sebagainya.
Ada kejadian lucu saat Ibu sedang bersama Kami. Saat Ibu kebingungan mencari gigi palsunya. Dia lupa menyimpan dimana gigi palsu itu diletakkan. Gigi Ibu sudah tidak utuh lagi jadi Dia diharuskan memakai gigi palsu itu. Ibu kelimpungan mencarinya, sampai-sampai pergi bekerja pun terpaksa Ibu memakai masker karena malu bila berbicara pada orang lain, akan terlihat bahwa Ibu sudah tidak memiliki gigi lagi. Pada saat Kami sedang berada di rumah, Ibu sedang bekerja, tiba-tiba adikku yang nomor dua bertanya padaku, "Kak, ini apa yang keras di atas kasur? Kok, kaya batu ya?" Tanya nya padaku. Saat dilihat ternyata Sebuah set gigi Ibu yang ketinggalan dan Ibu lupa menaruhnya. Sesaat, Kami begitu lepas tertawa terbahak-bahak. Kami kira itu apa, ternyata gigi Ibu yang lupa ditaruh di atas kasur.
Begitulah cerita tentang keseruan, suka duka nya Kami bersama Ibu. Apa cerita kalian tentang Ibu? Ayo, ikut sertakan juga cerita kalian dalam kompetisi Blog Saliha.id "Karena Ibu".


Apa yang ada di benak kalian jika menyangkut tentang peran seorang Ibu? Entah itu menyangkut perihal kesuksesan seseorang atau kehidupan seseorang. Seorang anak bisa sukses dan meraih cita-cita yang diinginkannya itu suatu hal yang luar biasa menurutnya. Karena dibalik semua itu, terdapat perempuan luar biasa hebatnya. Siapa Dia? Ya, Dia adalah Ibu.
Yang menjadi inspirasi hidupku adalah Ibu. Dia menjadi panutan untuk anak-anaknya. Dia mengajarkan Kami untuk selalu berbuat baik pada semua orang, tidak membenci kepada orang lain, selalu kuat menghadapi segala situasi di dalam hidup. Nasehat Ibu padaku, "Nak, hidup itu perjuangan. Jika Kamu ingin bertahan dari nya, maka perjuangkanlah apa yang perlu Kamu perjuangkan. Jangan membuang-buang waktu dengan yang tidak perlu. Jadilah diri yang bisa bermanfaat bagi banyak orang. Maka Orangtua, keluarga, terutama dirimu sendiri akan dihormati oleh orang lain. Tapi, Kamu harus menghormati dan menghargai orang lain juga. Jujurlah. Pegang amanah yang orang lain berikan. Jangan mengkhianati nya. Jadikan senyuman lelah orangtua sebagai penyemangat untukmu lebih maju". Kira-kira begitulah nasehat Ibu yang disampaikan padaku. Itu pun baru setengahnya, mungkin bisa habislah lembaran blog ini bila di tulis semua nya di sini.
Setiap hari di dalam hidupku tak lepas dari peran seorang Ibu. Ibuku yang selama ini bekerja mencari nafkah sehari-hari. Ayahku hanya bisa bekerja jika ada panggilan pekerjaan atau nama lain dari itu Ayahku bisa di sebut sebagai pekerja buruh harian lepas. Jadi selama ini, Aku beserta kedua adikku dibiayai dari hasil jerih payah seorang Ibu. Ada satu lagi anak Ibu, yaitu Kakak kami yang bernama Indra. Namun, Dia telah menikah dan memiliki keluarga kecilnya. Jadi, otomatis Dia sudah bukan lagi tanggungan untuk dibiayai di rumah.
Pekerjaan Ibu adalah sebagai Karyawan di pabrik swasta besar di daerah Rancaekek. Posisi Ibu di pabrik nya sebagai Ketua regu. Ibu telah bekerja kira-kira selama 27 tahun. Ya, dari mulai sebelum menikah sampai sekarang pun Ibu masih bekerja banting tulang di pabrik.
Tapi, bukan berarti semua itu Ibu tidak punya waktu bersama Kami di rumah. Kami sering membahas tentang sesuatu yang baru, bercanda-tawa, sekedar percakapan ringan, dan sebagainya.
Ada kejadian lucu saat Ibu sedang bersama Kami. Saat Ibu kebingungan mencari gigi palsunya. Dia lupa menyimpan dimana gigi palsu itu diletakkan. Gigi Ibu sudah tidak utuh lagi jadi Dia diharuskan memakai gigi palsu itu. Ibu kelimpungan mencarinya, sampai-sampai pergi bekerja pun terpaksa Ibu memakai masker karena malu bila berbicara pada orang lain, akan terlihat bahwa Ibu sudah tidak memiliki gigi lagi. Pada saat Kami sedang berada di rumah, Ibu sedang bekerja, tiba-tiba adikku yang nomor dua bertanya padaku, "Kak, ini apa yang keras di atas kasur? Kok, kaya batu ya?" Tanya nya padaku. Saat dilihat ternyata Sebuah set gigi Ibu yang ketinggalan dan Ibu lupa menaruhnya. Sesaat, Kami begitu lepas tertawa terbahak-bahak. Kami kira itu apa, ternyata gigi Ibu yang lupa ditaruh di atas kasur.
Begitulah cerita tentang keseruan, suka duka nya Kami bersama Ibu. Apa cerita kalian tentang Ibu? Ayo, ikut sertakan juga cerita kalian dalam kompetisi Blog Saliha.id "Karena Ibu".


Komentar
Posting Komentar